Bagaimana Mendidik Anak Nakal Yang Efektif ?

Cara mendidik anak nakal yang efektif

Anak bagi orang tua memiliki banyak arti dalam kehidupan berkeluarga. Ada banyak harapan, impian dan kebahagiaan tersendiri dengan kehadiran mereka diantara kita.

Akan tetapi, memiliki anak tidak hanya tentang berbagi kebahagiaan semata, beragam pengalaman lain akan mengikuti  perjalanan orang tua dalam membesarkan anak. Banyak orang tua yang tidak akan menampik bila sering muncul rasa kesal dan kerepotan disaat memiliki anak yang nakal, susah diatur, tidak penurut dan bandel.

Mendidik anak yang nakal tidaklah mudah karena membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dan telaten. Menghadapi watak anak seperti itu, mau tidak mau kesabaran dan kesungguhan kita selaku orang tua dituntut harus tetap dijaga .

Mengapa demikian ?  Seringkali banyak orang tua yang kemudian menggunakan jalan pintas untuk mengatasi anak yang nakal, misalnya menggunakan kekerasan dan sering marah-marah. 

Hal ini terjadi karena banyak orang tua yang merasa putus asa dan kehilangan kesabaran untuk membuat anak mau diatur dan tidak bandel. 

Cara seperti itu sulit untuk merubah anak nakal menjadi baik, malah akan berakibat anak menjadi penakut bahkan mengalami trauma. Ketika mereka jadi penurut karena dimarahi akan memunculkan rasa tidak puas dihati mereka, sehingga dilain kesempatan ketika kita tidak ada mereka bisa lepas kontrol dan menjadi anak yang lebih nakal lagi.

Beberapa Cara Efektif Mendidik Anak Yang Nakal

Sulitkah mendidik anak agar tidak nakal dan mau diatur ? Pertanyaan ini bersifat sangat relatif untuk dijawab dan akan kembali pada diri kita sendiri.  Hal terpenting adalah “seberapa kuat kesungguhan kita untuk mendidik mereka ?”

Berikut adalah 5 cara efektif yang bisa anda coba untuk mendidik anak yang nakal dan susah diatur

1. Jadilah Teladan bagi Anak Kita 

Hal utama yang patut kita sadari adalah, seorang anak tidak dilahirkan dengan sifat dan watak yang nakal. Anak sangat tergantung dari cara kita membesarkan mereka dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. 

Untuk itu peran orang tua sangat mempengaruhi perkembangan kejiwaan dan pembentukan watak anak dimasa depan. Kita harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak secara nyata. Dengan sikap dan pola yang baik kita tanamkan dalam keluarga, anak bisa mencontoh dan berbuat seperti yang kita terapkan dalam keluarga kita.

Selain itu, orang tua mesti bisa memberikan pengawasan yang baik terhadap pengaruh lingkungan yang kurang baik bagi anak. Misalnya hindari anak menonton acara kekerasan di televisi, lingkungan yang tidak baik, teman yang nakal dan hal-hal lainnya yang dapat menjadi contoh buruk bagi anak.


2. Hindari Kebiasaan Memanjakan Anak

Sikap memanjakan anak yang kita lakukan sangat tidak baik bagi perkembangan watak anak. Mereka akan sulit untuk mandiri dan mudah menjadi orang yang keras kepala dan susah diatur. Kebiasaan buruk ini jelas rentan untuk kebaikan sang anak itu sendiri.  

Agar upaya mendidik anak yang nakal dapat lebih efektif, hindarilah kebiasaan memanjakan anak anda mulai dari sekarang. Perlakukan anak sewajarnya saja dan tidak berlebihan dalam berbagai situasi yang ada.


3. Hindari Kebiasaan Memberi Label Buruk Pada Anak

Pada umumnya, orang tua mudah terpancing untuk memarahi anak yang nakal. Sehingga seringkali mereka mudah memberikan label buruk pada anak. Tindakan ini kadang kala disertai dengan sikap yang cukup keras seperti ancaman hingga kekerasan.

Misalnya perkataan seperti  dibawah ini :

“Abang itu nakal terus, susah diatur. Berhenti, atau Papa Pukul !”
“Anak Malas, tidak dengar kata ibu !”

Adanya tindakan pemberian label buruk pada anak seperti diatas tidak akan membuat anak jadi lebih baik dan mau diatur. Sikap ini, justru akan membuat anak jadi mudah membangkang pada orang tua dikemudian harinya.


4. Jadilah Orang Tua yang Lembut dan Tegas

Cara mendidik anak nakal yang efektif selalu dibarengi sikap yang baik dari orang tuanya. Untuk itu, kita mesti bisa memberikan penyampaian yang tepat ketika mendidik anak. Sikap yang sopan dan lembut mesti diterapkan agar anak merasa nyaman dan mau mendengar perkataan kita.

Mendidik anak yang nakal juga mesti dibarengi perhatian yang cukup dari orang tua, selain itu lembut tidak berarti kita tidak boleh tegas terhadap anak.  Ketika anak berbuat salah, orang tua pun harus bisa menempatkan sikap lembut ketika menegur anak.  

Dilain kondisi, kesalahan mesti tidak dibiarkan setiap saat. Ketika kesalahan terjadi berulang-ulang, orang tua juga mesti bisa bersikap tegas. Berikan hukuman yang sesuai dengan tingkat kesalahan anak agar mereka dapat mengerti setiap tindakan ada konsekuensinya.

Jangan lupa untuk memberikan hadiah ataupun penghargaan pada anak, ketika mereka berbuat hal-hal yang sudah baik. Tindakan ini bisa menjadi semangat dan pendorong bagi anak, sehingga anak dapat belajar dan bertindak lebih baik.


5. Tanamkan Nilai-Nilai Agama Dalam keluarga

Keluarga yang bisa menjaga nilai-nilai agama dapat menciptakan suasana lingkungan yang harmonis dan kondusif.  Pendidikan Agama bisa menjadi cara paling efektif dalam upaya mendidik anak yang nakal, karena banyak sikap dan norma-norma hidup yang baik bisa menjadi teladan bagi mereka.

Memberikan dan menjaga lingkungan keluarga dengan nilai-nilai agama juga mampu menjadi filter yang baik untuk perkembangan watak anak.  Sehingga anak mampu belajar dan menerapkan perilaku dan budi pekerti yang baik.

5 cara efektif mendidik anak yang nakal diatas bisa menjadi tambahan wawasan dan referensi  yang berguna untuk anda terapkan. 

Mendidik anak yang nakal tidaklah semudah membalik telapak tangan, untuk itu anda diharapkan tidak mudah menyerah dan terus berusaha dengan sabar.

Semoga dapat bermanfaat, salam parenting !


Ikuti setiap update terbaru BlogIbuDanAnak.Online melalui Email anda:

Seorang ibu muda yang mencoba belajar dan berbuat yang terbaik untuk keluarga yang bahagia. Semoga berkenan, terima kasih.