Tahapan Perkembangan Anak usia 0 sampai dengan 5 tahun

Tahapan Perkembangan Anak usia 0 sampai dengan 5 tahun

Mengikuti proses perkembangan anak sejak lahir hingga dewasa merupakan tantangan sekaligus pengalaman yang berharga. Berbagai petualangan bersama anak yang dimulai sejak masa mengandung hingga lahir dan akhirnya tumbuh besar akan melengkapi kebahagiaan kita selaku orang tua.

Menjadi orang tua tidak bisa hanya mengandalkan informasi dari buku dan media lainnya semata. Namun kita bisa belajar banyak hal dari pengalaman orang lain dalam berbagai bentuk. 

Mengalami dan ikut serta aktif berperan membentuk kehidupan anak-anak kita akan memperkaya pengalaman hidup kita, dan akhirnya akan membuat kita bisa mengerti bahwa hidup itu indah.

Ada beberapa tahapan perkembangan anak yang mesti kita pahami guna menambah wawasan kita selaku orang tua. Belajar memahami tahapan ini juga dapat membantu kita menangani anak dalam usia yang berbeda.

Satu hal lain yang patut kita pahami adalah pribadi setiap anak tidaklah sama, setiap dari mereka adalah unik, tentu dengan perilaku dan karakter yang berbeda-beda.

Beberapa anak mungkin lebih aktif dari yang lainnya, sedangkan yang lainnya bisa saja lebih pendiam, sensitif bahkan pasif dalam beberapa hal. Anak dengan beragam perilakunya harus dapat kita pahami bahwa anak sedang menjalani proses tumbuh dan berkembang menjalani hari-harinya.

Berikut adalah beberapa tahapan perkembangan anak usia 0 sampai dengan 5 tahun yang penting untuk kita ketahui bersama :

Perkembangan anak usia 0 sampai dengan 1 tahun

Anak yang baru lahir hingga memasuki 1 bulan biasanya lebih banyak tidur, pada masa ini perkembangan  fisiologis anak lebih dominan (masa tumbuh kembang fungsi tubuh anak). Semua bagian tubuh mulai berkembang dari dalam, baik fungsi 5 panca indera mereka, organ tubuh hingga fisik mereka.

Memasuki usia 2 bulan anak mulai mampu lebih aktif melihat dan menggunakan otot-otot pada tubuh. Misalnya mata berkedip, mengerakkan tangan dan kaki, menoleh dan lain-lain. Perkembangan tumbuh kembang yang berbeda akan membuat perilaku anak juga berbeda.

Setelah mencapai usia sekitar 6 bulan ke atas, rata-rata seorang anak sudah mulai belajar duduk, tengkurap, membalikkan badan hingga merangkak. Pada umumnya pada usia 9 bulan, normalnya anak sudah mulai bisa merangkak dan memutarkan badan sendiri.

Baca : Perawatan Bayi Umur 4 Bulan

Perkembangan anak usia 1 sampai dengan 2 tahun

Pada rentang usia ini, perkembangan fungsi motorik anak akan tumbuh lebih aktif. Anak sudah mulai belajar berjalan perlahan dan mengenali lingkungan sekitarnya. Mereka sudah bisa memegang sesuatu dengan lebih stabil.

Bersamaan dengan itu fungsi psikologis anak juga mulai berkembang, misalnya ia mulai dapat merespon perilaku orang lain dengan cepat. Anak mulai bisa marah ketika keinginannya tidak dipenuhi, terkadang mereka juga sulit mengikuti perintah orang tuanya ketika mereka ingin terus bermain.

Memasuki usia 18 bulan, pada umumnya mereka sudah bisa stabil berjalan dan mulai menggunakan kedua kaki mereka lebih aktif. Misalnya menendang bola dan berlari-lari. Pada usia ini mereka pun mulai belajar memahami bahasa dan memberanikan diri untuk berbicara dengan orang lain.

Perkembangan anak usia 2 tahun sampai dengan 3 tahun

Perilaku anak pada tahapan usia diatas 2 tahun akan lebih banyak aktif bergerak, kita harus senantiasa menjaga dan mengawasinya agar lebih aman dan tidak membahayakan dirinya sendiri.

Mereka sudah mulai bisa berpikir menggunakan akalnya, bisa memahami instruksi dari orang tuanya, dan dapat bermain bersama dengan orang lain serta berinteraksi dengan anak seusianya.

Seringkali pada usia ini pula, perilaku anak bisa terlihat bakat dan minatnya akan sesuatu hal. Kita bisa mengarahkannya dengan memberikan kegiatan yang tepat dan memberikannya buku pendidikan dengan gambar-gambar yang menarik. 

Mendidik anak pada usia ini dengan tepat, bisa meningkatkan perkembangan intelegensia anak.

Tahapan Perkembangan Anak usia 0 sampai dengan 5 tahun

Perkembangan anak usia 3 tahun sampai dengan 4 tahun

Adakalanya ada anak yang baru memulai berinteraksi dengan anak-anak lainnya ketika memasuki usia diatas 3 tahun.  Anak yang memasuki usia ini bisa belajar bermain dengan orang lain lebih baik dari usia sebelumnya.

Mereka juga mulai bisa berbagi dengan teman sebayanya, bahkan bisa menempatkan diri bila berhubungan dengan orang lain dengan usia diatasnya.

Jangan lupa simak juga artikel Mendidik Anak di Usia 3 Tahun

Perkembangan anak usia 4 tahun sampai dengan 5 tahun

Memasuki usia 5 tahun, perkembangan motorik pada tubuh anak sudah berkembang lebih baik. Fungsi fisik mereka lebih stabil untuk aktifitas yang cukup berat, misalnya melompat dan bergerak aktif lainnya.

Mereka bisa mulai belajar rasa tanggung jawab, rasa malu hingga rasa bangga pada diri sendiri. Cara anak bermain pada usia ini lebih cenderung melibatkan peran serta orang lain, dan disaat inilah mereka lebih senang bermain dengan orang lain daripada bermain sendiri.

Mereka bisa lebih mudah untuk belajar sesuatu dari orang tuanya, lebih sering bertanya bila mereka tidak tahu akan sesuatu, bahkan mulai punya keinginan untuk mencari jawaban sendiri atas rasa ingin tahu mereka.

Dengan mengenali 5 tahapan perkembangan anak diatas setidaknya bisa membuat kita lebih memahami segala perilaku dan tingkah laku anak. Kemudian kita bisa memberikan cara mendidik anak sesuai dengan karakter dan kepribadiannya. Kita juga harus bisa menjadi contoh yang baik bagi mereka ketika kita berusaha memberikan pendidikan untuk anak.

Merawat dan membesarkan anak hingga tumbuh besar adalah kebahagiaan tersendiri yang tak bisa diukur dengan apapun. Apalagi jika kita bisa melihatnya hidup bahagia di masa dewasanya nanti.

Semoga bermanfaat.

Baca juga : Cara Mendidik Anak Agar Cerdas Dan Mandiri
loading...

Subscribe to receive free email updates: